Thursday, September 5, 2013

KEMUNAFIKAN DUNIA

Hatiku berat
terlalu banyak bercak kecewa

Asaku berlayar
meninggalkan pasir emas
mengarungi lautan perak
menjauhi tepian benua

Diam pilihan bijaksana
terkadang menjadi kilau belati
tajam nan sempurna

Berulang kali kubasuh marah ini
jemari gemetar tak kuat menggenggam pena
memaksaku berhenti mengukir sastra

Dunia layaknya suatu bejana
mengurung kita di tengah fatamorgana

Aku benci kemunafikan dunia
mengganti putih menjadi hitam
merubah hitam menjadi putih
bahkan menukar nama-NYA dengan bisa

Kapalku terhantam gelombang busa
pudar hancur tak bernyawa
jiwaku lepas mengarungi samudra
namun munafik terus menggandeng dunia
hingga akhir masa


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Wednesday, September 4, 2013

BUKAN MAHLUK SEMPURNA (PUISI HOMOSEXUAL)

Aku suka hitam dan putih
jiwaku berdiri di median
hak asasi bebas memilih
perlahan topeng kusingkirkan

Purnama mengendap di bumi
jalan setapak kutelusuri
hasrat lama tlah menanti
hingga akhirnya kuakui

Mereka bilang Wanita tercipta untuk Pria
Kitab Suci-pun menyajikannya

Ahhh......
Terlalu banyak basa basi
Mereka cuma ingin disebut manusia rohani

Aku terlahir sebagai seorang Pria
Aku bangga menjadi seorang Pria
Pasangan hidupkupun seorang Pria

Manusia bukanlah mahluk sempurna
Begitupun diriku salah satu diantaranya


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

LESBI

Seraut wajah tersenyum mengucap salam
Lesung pipi menyentuh hati terdalam
Ingin hati bersamamu di kesunyian malam
Tak tergubris oleh gelap yang semakin kelam

Berhari berbulan bahkan bertahun kumenantimu
Tiada setitik cahayapun datang tuk bertamu
Bagaikan dua jalan setapak yang tak pernah bertemu
Takdirku bukanlah untuk mendampingimu

Berpayung langit berkuda semberani
Pangeran cantik bercinta murni
Menghampiriku dengan gagah berani
Telah menambatku untuk bersatu hati

Aku bangga menjadi seorang Lesbi
Setidaknya telah menemukan jati diri
Walau kita tak bersatu hati
Jangan kau putuskan tali persahabatan ini


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Monday, September 2, 2013

CERMIN USANG-PUN MENGEJEK

Selalu memuliakan Allah tanpa basa basi
Memperdebatkan ayat Kitab Suci
Sering membicarakan Allah untuk dipuji
Kesombongan iman membuat semuanya tak berarti

Pandanglah sekelilingmu
Lihatlah di hadapanmu

Jerit tangis anak jalanan
Gembel mati kelaparan
Bilur bilur di hati sahabatmu yang kau cambukan
Pilunya bathin saudaramu yang kau remukkan
Bahkan perihnya perasaan pembantu dan supirmu
yang kau rajam

Lihatlah semua itu
Dimanakah cinta kasihmu
Adakah kepedulian dalam nuranimu

Angin pantai mendesir kata F a s i k
Camar teriak kata M u n a f i k

Cermin using-pun sinis tertawa
mengejek bibirmu yang menyebut nama Allah


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

COBAAN HIDUP MEMPERKUAT IMAN

Kemarau tiga tahun berturut
bumi gersang tak merekah
melanda lahan pertanian
beringin menciut
busung lapar menyebar

tangis pilu bayi kelaparan
penghuni rimba tak luput binasa
alam murka
petaka melanda
kematian menjadi sahabat setia

Siapa yang salah
Inikah hukuman atas dosa kami

Ranting pohon takkan lentur
tanpa embun pagi
Kuncup bunga tak bermekar
tanpa mentari
Begitupun jiwa kami kan mati hingga ke akar
tanpa Firman Allah menyertai

Pencobaan ini kan terus kami jalani
Sujud kami hanyalah tetap kepada-Mu Ilahi


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

MENCOBA BANGKIT DI TAHUN 2013

Hening menyelimuti rasa
tiada canda
tiada tangis bahagia

Rajawali mencari kelinci
Jatuh tertembak mati
Rasa tawar semua jalan yang kulewati
Hanya berulang kegagalan yang kudapati

Layaknya bersandar di atas kaki tak bertulang
dan berseru dari mulut tak berlidah

Pupus sudah harapan

Merpati putih mengirim pesan
Hinggap di atas dahan
Menghampiriku tertatih membawa saran
Untuk menepis semua keraguan

Dua ribu dua belas telah terlampaui
Dua ribu tiga belas baru kumasuki
Dengan selembar asa tersisa kucoba bangkit berdiri
Semoga berkat Tuhan tercurah kepadaku di tahun baru ini


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Sunday, September 1, 2013

PELACUR DAN DOSA

Di tengah remang
duduk sebuah bayang
ber-makeup tebal bergincu terang
menikmati alunan musik berdendang

Matanya melirik nakal pada setiap lelaki
mengumbar senyum menarik hati
menawarkan jasa pemuas napsu birahi
demi mengisi pundi

Mereka tersenyum sinis kepada dia yang nista
mencibir pekerjaannya yang hina
menghujat dia yang menderita
bahkan menyebutnya Najiz sebagai pendosa

Terlalu lemas lidah berkata
Sangatlah ringan jemari menunjuk dosa
Bukankah FARISI selalu menepuk dada
tanpa melihat diri di kaca

Jiwanya menangisi dosa dosanya yang dibenci
sejuta doa terpanjat untuk anak anaknya yang dikasihi
Yang dia tau tiada satupun di dunia yang lebih murni
selain kesucian Cinta Ilahi


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw