Saturday, November 16, 2013

AKHIR SEBUAH PENANTIAN

Ranting bergayut
lembaran daun berjatuhan
mengucap salam pada musim gugur

Tetesan gerimis lembut menyapa
meliuk tarian angsa
melukis serangkaian kisah lama

Tubuh tua terbaring lemah
tampak keriput wajah memerangi usia
bibir membisu
hati memendam rindu
layaknya dansa berirama kecapi
menyatu dalam gema cinta sejati

Inikah saatnya ?
begitu dekat kebahagiaan sempurna

Perlahan kabut menjamah bumi
langit tiada lagi merona
kepak unggaspun kian menjauhi senja

Disaksikan celoteh hujan
kelopak mata terpejam
melepas napas terakhir menjelang malam
tubuh tua tlah menutup buku sebuah penantian


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Wednesday, November 13, 2013

BALADA ORANG ORANG TERBUANG

--- puisi ini kutuliskan dan kupersembahkan untuk para anak jalanan dan para gelandangan yang terpinggirkan oleh keserakahan Elit Politik ---


Dongeng tersiar
layaknya kaleng kosong disebar
riuh kisruh
dagelan politik digelar
gareng, petruk dan semar
bertukar topeng saling menyamar

Gulungan naskah dibuka
terucap kelima butir Pancasila
beraroma simpati pada kaum jelata
janji dan sumpah sengaja terlupa

Setiap pagi rumput berceloteh
tentang laut biru
awan kelabu
tentang burung bernyanyi
angin menari
hingga mentari menyentuh bumi

Anak jalanan telanjang kaki
mengumpulkan receh pengisi pundi
demi sesuap nasi
hingga senja bermohon diri

Berbagi hasil
berebut rombeng
layaknya udang pepes
tidur di dalam bedeng

Di manakah Anggota Dewan
hey.....manusia manusia buta dan tuli
k e m a n a k a h   k a l i a n ???

Bosan !!!
memangku harapan di atas jamban

Sulitnya hidup semakin parah
mimpi merekapun ber-air mata darah


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Sunday, November 10, 2013

LALATPUN MUAK DENGAN JANJI

--- membaca status seorang sahabat bahwa setiap rakyat mendambakan pemimpin yang memihak lapisan jelata, bukan hanya janji saat berkampanye ---


Di dasar lembah
bumi lapar dahaga
merintih
menanti curahan kasih

Induk merpati kocar kacir
meratapi bayi
tanpa tetesan susu terbaring mati

Kelompok domba bersujud pasrah
tiada lagi bersuara
hanya kepada Ilahi menggantung asa

Sedangkan para tikus bebas menari
melahap rakus setiap butiran padi

Jauh di suatu tempat
bayangmu bersama Venus
terlalu tinggi untuk digapai
terlalu terjal untuk didaki
menebar senyum menapaki pelangi

Adakah jendela hati terkuak sedikit
menatap kaum jelata
Akankah sungai menuruni bukit
menyapa si nista

Lihatlah
lalatpun muntah melihat bibirmu
mengucap berjuta janji


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Friday, November 8, 2013

MASA MELANGKAH

Menuntun langkah
mencari jejak kaki

Pernah sekali waktu
pesona mawar bergaun anggun
kuncup berlari dari tangkai berduri
tersesat di hutan rimbun
tangis sesal tiada arti

Napas berkabut ungu
masih menyimpan segudang pilu
terhadang tarian angin tuk berlabuh
luka lama tertindih sauh

Asamu bersandar pada celoteh embun pagi
sedangkan mentari memohon petunjuk Ilahi

Masa lalu tiada kembali
Masa kini melangkah pasti
Masa depan berjejak kaki yang kau cari

 
Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw



Wednesday, November 6, 2013

KETULUSAN DOA SEORANG SAHABAT

--- tiada sajian yang lebih indah daripada sebuah ketulusan doa dari seorang sahabat kepada sahabatnya ---


Badai terlalu kuat
seakan pantai tak berpintu

Asa tak lagi merekat
semua jalan terlihat buntu

Saat bencana menerjang
otot kaki tak sanggup menopang
lidah tak mampu berkata
walau bibir mengecap air mata

Dari seberang benua
cahaya meraup aksara
menganyam rangkaian doa
tulus
untuk sahabat yang berduka

Adakah suara terdengar ?
adakah bayang terlihat ?

Hening tiada jawab di muka bumi

Sajian doa ber-air mata
tlah menggelitik telinga Sang Pencipta


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Monday, November 4, 2013

TAK TERPISAH

Kuncup mawar begitu indah
kelopak rapuh jatuh ke tanah
sangatlah renyah cantiknya wajah
walau perlahan akhirnya musnah

Cinta bukanlah mawar
apalagi ukiran wajah
begitu padat mengisi hati
erat melekat
semerbak hingga kiamat

Bertahun jemari berputar
bersama memintal kasih
bersatu nada
bersatu irama

Kini sudah saatnya………

Terbaring jasad kita
berpeluk mesra
tersenyum
mengiring jiwa
menuju nirwana


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Friday, November 1, 2013

MISTERI CINTA

--- puisi ini kutuliskan dan kupersembahkan untuk anak dan istriku tercinta yang berulang tahun hanya terpaut satu hari ---


Jemari melekuk
menyulam pancaran senja

Teruntai kidung
tiada batas cakrawala

Usiamu kian melangkah
namun waktu seakan tak berubah

Layaknya penghias alam semesta
cantik seperti pelangi
halus selembut embun pagi

Hanya terpaut satu hari
tercurah anugrah dari Ilahi
usia si buah hatipun ikut berlari
Leonard Phillips Liauw
si Jantung Hati

Hmmmm............
Inikah misteri cinta

Terajut kokoh melebihi sutera
tak kan pudar ditelan masa
tak kan lenyap termakan usia

Puji syukur kepada-Mu Tuhan
atas segala berkat dan karunia
Amin.


Happy Birthday my lovely wife Debby and my precious Prince Leonard.
Raymond Liauw