Monday, December 9, 2013

MENANTI HUJAN

kemarau di kota Serang
ratap padi tak berujung
tanpa embun pagi
debu kering merajam bumi
liar
menggulung ceceran jerami

siang itu
tak terlihat anak gembala
tiada siul para petani
gersang
panas mengunyah sepi

beralas rajutan bambu
kakek berkulit sawo matang
memulir tasbih
tatapan merambah sawah
bibir meretak tanah
menengadah asa
tajam berbisik jerit
smoga hujan diutus langit”


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Friday, December 6, 2013

LAMUNAN USANG

dikala gelisah merapat
resah menyekat
jarum jam berbalik arah
membuka lembaran usang
yang pernah terbuang
namun tak pernah hilang

berserak serpihan cinta
kotor berdebu
rabun cahaya
terkuak sayatan luka
penuh bercak duka lara

bait per bait
jala puisi kucoba rakit
namun rajutan tak pernah terkait
wabah gagal trus menjangkit

purnama tidaklah milik kita berdua
jauh terbenam
di dasar laut yang kelam

lamunan menatap cinta yang tlah sirna
berharap semua ini tak pernah ada


Salam kasih dan sejahtera selalu.
Raymond Liauw

Wednesday, December 4, 2013

FATAMORGANA HIDUP

sesaat fajar menyingsing
sinarnya menjenguk seonggok asa
bayang bayang kecil berlari
sibuk mencari
menagih janji langit
beberapa anak rusa tergolek
terbaring di kotak cerutu
hidup segan mati tak mau

di sisi lain
tiada rintih anak domba
pun tiada jerit para gembala
mereka keranjingan mengunyah sumpah
memamerkan cakar dan taring
berpesta kembang api
berlompat
memetik kecapi

aku berdiri di antara bebatuan
bersandar pada angin
menatap lembah berhati kering
menyaksikan jutaan doa merayapi tebing
doa doa yang memijak hampa
melayang di atas fatamorgana

hidup bagaikan mimpi
persiapan diri menghadap Ilahi


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Monday, December 2, 2013

D U S T A

pasir menjamah embun
mentari bercahaya rabun
bayang hitam bersembunyi
menyelam ke dasar
tumpukan padi

harum bakaran kayu
tercium kabut ungu
disaksikan kuncup bunga
lebar menguak katup telinga

melayang butiran debu
jatuh terlempar ke dalam peti
cintaku kepadamu tak pernah ragu
kini
dustamu sungguh menyayat hati


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Sunday, December 1, 2013

SODOM GOMORAH

Desir angin mengalir
menoreh imajinasi
melintasi kota tua
tak berpenghuni
sepi dan mati

Tiada batas gelombang gurun
tiadapun mata air berumpun

Pernah terjadi
bencana dari langit
terusung asap belerang
berlidah api
menyala bara tembaga
seperti tungku peleburan
terbumi hangus kedurjanaan

Sementara nyanyian gurun
terus mengayuh langkah
mengukir riak sejarah

Sodom Gomorah
kota terbinasa
oleh murka Allah


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

DIAMMU TAK SELALU EMAS

bila mendung menutup langit biru
bagaimana terlihat gunung bersalju
bila tiada kata terucap dari bibirmu
bagaimana dapat ku tau isi hatimu

kau di sana
berlamun hampa
diam seribu bahasa
bersorot mata tajam
raut wajah penuh dendam

sedangkan di sini
bayangmu menguntai kenangan lama
ingin melelehkan diam-mu
yang tak selamanya emas


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

PERSIMPANGAN JALAN

Di persimpangan jalan
anak anak kecil berlari
orang tua mengawasi
menikmati alam terbuka
seakan jauh dari duka

Di persimpangan jalan
tempat untuk bertemu
bergandeng tangan
melekat ribuan kenangan
semua tak kan terlupakan

Di persimpangan jalan
banyak nafsu tak terbendung
kelalaian bertemu
keangkuhan menyatu
melengkapi media dengan berita terbaru

Di persimpangan jalan
banyak hal mengerikan
tidak lagi lalu lalang
tiada lagi waktu bersulang
jiwa mereka telah menghilang

Persimpangan jalan tersenyum sinis sambil menanti korban

 
Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw