Monday, April 7, 2014

ARAH SUKSES

mengalir sungai menuju rawa
menjelajahi batu
bergumul lumpur
meriak pori dasar kali
menuntun jalan yang dituju

tirai langit membentang
menyapu debu
menyingkap terang
siap terkulum waktu

rajin
langkah menyulam asa
jujur
kunci sukses terbuka


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Thursday, April 3, 2014

DI PENGHUJUNG LAMBAI

tiada tetes hujan sejak pagi
embun bergegas lari
tak banyak hal terjadi
hanya cerita lama
canda dan tawa
melakon gesek cemara

serasa begitu cepat
layaknya embun yang lenyap tadi pagi
sepoi angin di Gas Works Park
bersama mentari senja
melepas kepergian camar
melambai layar
menari ombak
berteriak harap kami kembali

sampai jumpa Seattle
mentari Austin telah menanti



Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

SENJA DI VANCOUVER

rinai hujan mengguyur aspal jalan
tebing bermandi kabut
kusam wajah cerita lama
kota tua tlah menanti
terpaut kata bersatu hati

kerlip memadu cakrawala
ada ruang di antara panorama
dua kota bertatap muka
tenang damai menyambut purnama
menyilang kaki di bibir jalan Canada Place
Vancouver menyimpan rahasia senja



Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Friday, March 21, 2014

SERANGKAI AKSARA UNTUKMU

senja kian merona
terselip bayu berbisik syahdu
mengalir hening
menyusuri cakrawala
berjubah purnama
terbentang sulaman sutera

semakin hari semakin sulit dimengerti
terpasung bathin
bercermin ilusi
terlalu luas untuk ditatap
terlalu tinggi untuk diraih
layaknya rinduku tak bertepi

malam ini
kan kuteguk secangkir asa
biarlah kurangkai seberkas aksara
hanya untukmu duhai jelita


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Monday, March 17, 2014

DALAM PANGKUAN DOA

badai menari
menggulung kulit bumi
melingkar napas
mengamuk bebas
jerit parau
bertangis deras
habis harta
sekarat nyawa

suara alam terbalut sunyi
tergantung asa
bersandar doa
tiada lain tiada bukan
hanya kepada Ilahi
terilis suara hati


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Saturday, March 15, 2014

BAYANGMU YANG SELALU HADIR

ketika mata tertutup
bayangmu hadir
memeluk bayangku
berbisik kasih
halus berimajinasi
bagaikan mimpi
merapat purnama
liuk angin menyentuh pori
begitu lembut menyapa sanubari

saat mata terbuka
tiada lagi kau di sisiku
seminggu kita berpisah
sewindu sudah terasa

kasih
syair ini hanyalah untukmu
teriring salam dan doa
dariku yang selalu merindukanmu


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Thursday, March 13, 2014

SENANDUNG BUMI

kilau memecah awan
bernyanyi ilalang
menari padang hijau
merebah kupu kupu
terbuai dalam genggaman waktu

riak sungai berbisik mungil
menyapa mentari
dimana air tenang mengalir
menikmati degup jantung
sesekali terdengar celoteh manjangan
bermanja kumbang
lepas
bebas
menikmati panorama
segar aroma cendana

bumiku tua dan renta
kian usang berkerut
mata sayu menatap
tidak memohon belas kasih
pun tidak meminta ditimang bayi

dia hanya ingin kau tau
dan hanya ingin kau mengerti
betapa besar cinta kasih Ilahi


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw