Wednesday, April 16, 2014

SALIB KAYU

di puncak Golgota
angin sepoi anyir darah
getar langit
kelam merayapi siang
gempa meradang
gerhana duka

Dia tergantung lemah
bermahkota duri
berbilur nyeri
tangan kaki terpaku
darah mengalir
terserap bumi
jasad kaku
beku

salib kayu
penyanggah tubuh lunglai tanpa dosa
saksi surga dan dunia
dulu
kini
dan nanti


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Monday, April 14, 2014

PERJAMUAN KUDUS

terengkuh senja
meriak Sungai Yordan
menyeberang Danau Galilea
melangkahi Bukit Yudea
tatap terpanah Taman Getsemani
bersimpuh dua belas bayang
mengelilingi Dia Anak Manusia

mengalir hening
Dia berkata
Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagimu;
perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku”
Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku,
yang ditumpahkan bagimu”

semilir desah angin surga
terkenang perjamuan kudus bersama-Nya
Hosana Anak Daud
Hosana Anak Domba Paskah
Hosana Putra Allah


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Friday, April 11, 2014

HANYA KAU DAN AKU

alun siulan angin
berbaling api
tubuh terbakar
amuk badai bergelora
napsu berkait
gairah gila di kaki langit

degup jantung menantang
tatap mata penuh keinginan
berdiri di atas rebah
telungkup di bawah bayang
dua hati berbagi sarang

hanya kita yang mengerti
hanya kita yang meresapi

kau dan aku perpeluk satu
tergulung ombak samudra biru


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Wednesday, April 9, 2014

LIUK PURNAMA

senja merayu dewi purnama
menyentuh bayu bersama jingga
napas angkuh mengerat
dua pesona saling jerat

kelopak rapuh jatuh gemulai
halusnya sutera tak berduri
tiada kukuh hati melerai
tertakluk dara terpetik sari

hhmmmmmm.........
menari sendi lepas berpasrah
begitu anggun elok menawan
purnama turut meliuk desah
bersemayam dalam satu peraduan


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Monday, April 7, 2014

ARAH SUKSES

mengalir sungai menuju rawa
menjelajahi batu
bergumul lumpur
meriak pori dasar kali
menuntun jalan yang dituju

tirai langit membentang
menyapu debu
menyingkap terang
siap terkulum waktu

rajin
langkah menyulam asa
jujur
kunci sukses terbuka


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Thursday, April 3, 2014

DI PENGHUJUNG LAMBAI

tiada tetes hujan sejak pagi
embun bergegas lari
tak banyak hal terjadi
hanya cerita lama
canda dan tawa
melakon gesek cemara

serasa begitu cepat
layaknya embun yang lenyap tadi pagi
sepoi angin di Gas Works Park
bersama mentari senja
melepas kepergian camar
melambai layar
menari ombak
berteriak harap kami kembali

sampai jumpa Seattle
mentari Austin telah menanti



Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

SENJA DI VANCOUVER

rinai hujan mengguyur aspal jalan
tebing bermandi kabut
kusam wajah cerita lama
kota tua tlah menanti
terpaut kata bersatu hati

kerlip memadu cakrawala
ada ruang di antara panorama
dua kota bertatap muka
tenang damai menyambut purnama
menyilang kaki di bibir jalan Canada Place
Vancouver menyimpan rahasia senja



Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw