Sunday, May 14, 2017

SEKILAS INFO MENGENAI SITUASI PENDUDUK IMMIGRANT DI USA



Mumpung lagi masa tenang di Indonesia menjelang Pilkada serentak, saya mau kasih sedikit info mengenai penduduk immigrant di negeri Paman Sam.

Total penduduk illegal di US saat ini diperkirakan berjumlah 13 juta orang. Pada minggu pertama operasi pembersihan terhadap para pendatang di US telah ditangkap ratusan penduduk illegal.
Pro dan kontra keputusan Presiden Trump untuk mendeportasi para penduduk illegal kian menjadi. Aksi protest yang menjurus ke anarki juga terjadi di beberapa kota besar seperti San Francisco, Los Angeles, NY, Washington DC.

Saat ini juga telah disebarkan selebaran yang isinya mengenai tindakan apa yang perlu kita lakukan bila kita kedatangan Polisi Immigrasi ke tempat tinggal kita. Selebaran tersebut ditulis dalam berbagai bahasa, diantaranya: bahasa Inggris, Spanish, Mandarin, Vietnam, Tagalog, Korea dan Arab.

Dalam situasi seperti ini, kantor kantor Immigration Lawyer pun diperkirakan kebanjiran order untuk membantu para illegal agar tetap bisa tinggal di US.
Kesempatan inipun dimanfaatkan oleh lawan politik Trump terutama media massa seperti MSNBC dan CNN yang memang tidak menyukai Trump sejak awal beliau maju sebagai kandidiat calon Presiden.

Ketika Obama menjadi President selama dua periode, pemerintahannya telah mendeportasi sebanyak 2 juta penduduk illegal keluar dari US. Namun, keberpihakan kaum media massa kepada beliau berhasil meredam berita penggrebekan, penangkapan dan pendeportasian yang terjadi saat itu.

Bangsa Amerika saat ini adalah berasal dari kaum pendatang yang sebagian besar dari Eropa, sedangkan penduduk asli negara US adalah bangsa Indian yang jumlahnya kini semakin kecil yang jauh lebih sedikit dibanding penduduk pendatang dari Amerika Latin dan Asia. Bangsa minoritas Indian ini juga telah diberikan daerah teritorial khusus oleh pemerintah US dimana hukum mereka berlaku di teritorial mereka.

Kaum pendatang / immigrant di US berkontribusi banyak dalam hal perkembangan jumlah penduduk dan kebudayaan dalam sejarah negara US.
Sayang sekali arti kebebasan seringkali diartikan lain oleh sekelompok orang dimana mereka justru malah merusak generasi penerus bangsa Amerika yang sebenarnya juga adalah kaum immigrant dengan berbagai aksi kriminal mereka.

Sejak masa kampanye, President Trump telah berjanji untuk menangkap dan mendeportasi para penduduk illegal yang memiliki Catatan Kriminal apalagi yang pernah merasakan tinggal di balik jeruji besi.
Saya yakin diantara 13 juta penduduk illegal di US terdapat jutaan penduduk illegal yang benar benar baik dan datang ke US dengan tujuan memperbaiki hidup dan mengadu nasib di tanah perantauan.

Saya berharap dan berdoa agar Operasi Pembersihan yang dilakukan oleh pemerintah Trump mampu memilah pilih siapa diantara mereka penduduk illegal yang harus dideportasi maupun yang semestinya layak tinggal di USA.

Patung Liberty di New York adalah hadiah dari rakyat Perancis kepada rakyat Amerika. Patung tersebut adalah ikon negara US dimana kebebasan bukan cuma untuk rakyat Amerika tetapi juga untuk setiap kaum immigrant untuk datang ke Amerika.

Amerika Serikat tidak akan pernah menjadi negara besar dan kuat tanpa adanya kaum immigrant.


Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw

Saturday, February 11, 2017

AHOK DJAROT MILIK DKI JAKARTA 2017 - 2022


Minggu depan Pilkada serentak akan digelar di seluruh Indonesia. Setiap orang akan datang ke tempat pemilihan dengan harapan calon Kepala Daerah yang diunggulkannya keluar sebagai pemenang salah satunya adalah pemilihan Gubernur untuk DKI Jakarta.

Yang menarik adalah 3 Ketua Umum ParPol besar pendukung ketiga pasangan calon CaGub dan CaWaGub DKI turut terjun ke lapangan berkampanye.

Mereka berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan jagoan mereka bukan hanya karena Jakarta sebagai Ibukota negara dan pusat pemerintahan tetapi juga karena APBD nya yang mencapai angka lebih dari Rp.70 Trilyun per tahun.

Bila dihitung 1% dari Rp.70 T sama dengan Rp.700 Milyard per tahun belum termasuk gratifikasi dari para pengusaha infrastruktur dan real estate. Angka yang sangat menggiurkan bagi para "Tikus Tikus Lapar".

Sebelum Pak Jokowi dan Ahok memimpin Pemprov DKI, Jakarta memang sudah menjadi kota Metropolitan dengan bangunan kantor pencakar langit, Hotel, juga Real Estate.
Semua orang kagum melihatnya, namun mereka tidak tau dan tidak melihat bahwa terdapat ratusan bangunan bangunan tersebut yang berdiri di Lahan Hijau milik Pemda DKI. Para pejabat koruptor di Pemprov DKI mengeluarkan izin bahkan merubah tanah dari milik Pemprov DKI menjadi milik Swasta. Puluhan trilyun uang sogokan masuk ke kantong pribadi.

Beruntung sekali Pak Jokowi naik ke Kursi Presiden sehingga Ahok menjadi penerusnya mengurus DKI. Saya yakin korupsi berjamaah sepertinya sudah menjadi budaya di seluruh provinsi di Indonesia.

Sepuluh tahun era sebelum Pak Jokowi memimpin, Tikus berpesta pora membagi porsi APBN. Hal itupun juga terjadi di Pemprov DKI. Ahok terus menggempur para koruptor di dalam jajarannya dengan terus mencoba menutup setiap celah yang bisa dimanfaatkan oleh para rampok uang negara yang juga uang rakyat.

Kita semua tau siapa pendukung paslon nomor 1, dimana para Tikus Lapar sedang berharap dan mengincar untuk ambil bagian mencicipi sebagian dari APBD Rp.70 Trilyun.

Kita tidak bisa bilang paslon nomor 3 akan memurak APBD untuk kantong pribadi namun setidaknya kita semua tau bahwa dana kampanye yang mereka gunakan sebesar hampir mendekati Rp.50 Milyard adalah dari kantong pribadi mereka.
Seandainya mereka menang dalam Pilkada, maka gaji mereka ditambah tunjangan jabatan Gubernur pun selama 5 tahun (bila jujur tanpa korupsi dan tidak terima gratifikasi) tidak akan cukup untuk menutup biaya kampanye mereka.

Seandainya paslon nomor 2 memenangi Pilkada 2017 maka tidak dapat dipungkiri bahwa paslon 2 ini adalah yang Pertama Dalam Sejarah pilkada bahkan pilpres di negara Indonesia dimana CaGub dan CaWaGub menerima sumbangan kampanye dari rakyat. Jumlahnya pun tidak tanggung tanggung Rp.60 Milyard.
Suatu bukti nyata dimana rakyat rela berkorban mengeluarkan uang dan tenaga demi kemenangan paslon nomor 2.

Kerja keras Pak Jokowi untuk membangun Indonesia dan memberantas para Koruptor harus didukung penuh oleh para pemimpin daerah.

Bila anda merasa puas dengan hasil kerja Pak Jokowi menjalankan roda pemerintahan yang baru dipimpinnya selama 2 tahun ini untuk membangun dan mensejahterakan rakyat Indonesia, maka Ahok dan Djarot adalah pilihan yang paling tepat untuk kembali duduk di pucuk pimpinan Pemprov DKI untuk meneruskan dan menunjang program kerja Pak Jokowi untuk membangun Indonesia khususnya membangun DKI Jakarta dan mensejahterakan warganya.

Insya Allah, minimal 51% warga DKI Jakarta mencoblos pasangan nomor 2 yaitu pasangan Ahok - Djarot pada tanggal 15 February 2017.


Salam sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw

AHOK dan KESEJUKAN GUS NURIL


Seorang sahabat lama pernah memberi nasihat kepada saya agar apa yang kita sampaikan bisa lebih dapat diterima oleh orang lain. Singkatnya, 3 pesan nasihat tersebut adalah:

Pertama, Ada hal yang perlu dibicarakan sesegera mungkin karena harus diputuskan / diselesaikan secepatnya.

Kedua, Ada hal yang perlu dibicarakan tapi harus ditunda pembicaraannya sambil menunggu situasi dan waktu yang tepat.

Ketiga, Ada hal yang memang benar benar tidak perlu dibicarakan dan biarkanlah kita jadikan rahasia sampai mati.

Setelah menonton video silaturahim Ahok dengan para pemuka NU kemarin malam dan mendengarkan tausiah dari Gus Nuril, ada rasa tenang dan sejuk di hati. Apalagi tausiah Gus Nuril tersebut sesekali diiringi dengan celoteh humornya yang membuat hati kian damai.

Ahok yang selama ini kita kenal sebagai sosok bertemperamen tinggi dan juga ceplas ceplos kalau bicara, sudah seharusnya banyak belajar dari para sesepuh NU untuk mampu meredam gejolak emosinya terutama ucapannya kepada siapa saja yang menjadi lawan bicaranya.

Mungkin ada di antara pembaca yang akan memprotes usulan saya di atas dan akan bilang "Ahok itu kan seorang Kristiani kenapa harus belajar dari Ulama NU yang bukan Kristiani" ??

Saya akan menjawab, justru oleh karena Ahok adalah seorang Kristiani makanya beliau juga harus belajar dari orang Non Kristiani yang dengan keimanannya orang tersebut mampu memberikan kesejukan kepada orang lain terutama kepada lawan bicaranya, apalagi Ahok adalah seorang Gubernur, pelayan masyarakat.

Terkadang ada jalan yang kita anggap sudah bersih dan licin, tapi ternyata masih ada jalan lain yang lebih bersih dan lebih licin. Untuk itu kita harus mampu menahan diri agar pikiran dan hati kita tidak melulu dikuasai oleh hawa nafsu apalagi disertai dengan amarah ketika kita hendak mengambil suatu keputusan atau melontarkan sebuah perkataan.
Pepatah kuno bilang malu bertanya sesat di jalan.


Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw

KEBO TAMBUN RAKUS HARTA RAKUS KUASA



Sepuluh tahun Kebo Tambun memimpin negeri hanya untuk memperkaya diri dan kroni.
Puluhan proyek mangkrak, trilyunan uang rakyatpun habis terpurak.
Putra mahkota dipaksa mundur dari dirgantara demi mengejar tahta dan kuasa
Kebo Tambun mengatur siasat lobi sana lobi sini.
Strategy merekrut anjing penggonggong cuap cuap di atas Rubicon.
Tidak ketinggalan sesajen pengisi pundi untuk pria daster berlibido tinggi.
Demo angka diatur mengumpulkan orang orang bayaran dan pengangguran.
Haraaamm.... kafiiiirrrr..... penjarakan penista agama..... itulah teriakan cuti nalar kaum onta.
Sidang gajah dimulai Kebo Tambun dan permaisuri cekakak cekikik sambil meneropong mirip ulat di balik kepompong.
Kecoa pun berjajar antri bernyanyi untuk turut menjadi saksi.
Wajah wajah lugu berotak dungu bersaksi untuk memenjarakan terdakwa yang tidak pernah memakan Fitsa.
Satu persatu kecoa ditelanjangi ternyata mereka hanya saksi palsu.
Kebo Tambun ketar ketir namanya dipanggang di dalam sidang.
"Kurang ajar..... sialan...." gerutu Kebo Tambun merasa obrolannya disadap masuk rekaman.

Bagaimana akhir cerita Kebo Tambun rakus harta rakus kuasa
Tengoklah cuplikan berita di media massa tersohor di Negeri Apung tercinta.



Selamat pagi dan sejahtera.
Raymond Liauw

Friday, January 20, 2017

KEBO VS BANTENG KETATON



Sungguh elok cara Banteng Ketaton bertempur.

Sudah lebih dari 12 ribu orang menandatangani petisi untuk mengusut dan memenjarakan Plt Gubernur DKI Sonny Sumarsono karena dianggap telah terlalu jauh menggunakan kewewenangannya dengan menyamai posisi dirinya sebagai seorang Gubernur sungguhan hingga beliaupun dengan semena mena merubah beberapa kebijakan penting yang sebenarnya telah ditetapkan oleh Ahok sebelum cuti kampanye.

Yang mengangkat Plt Gubernur Sumarsono adalah kader PDIP yang juga pengusung pasangan Ahok Djarot. Ketua Timses pemenangan pasangan inipun juga dari PDIP dan yang juga Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edy.

Dengan marahnya warga DKI dan dimunculkannya petisi tersebut, saya melihat PDIP telah berhasil membuka mata dan menyadarkan warga DKI betapa sosok Ahok Djarod saat ini sangat dibutuhkan oleh warga DKI.

Perubahan perubahan yang tampak jelas mulai dari kembali kotornya sungai, pemborosan dana APBD, perombakan susunan perangkat kerja Pemprov, hingga PHK terhadap pasukan oranye, itulah gambaran yang akan terjadi bila pasangan Ahok Djarod tidak lagi memimpin.
Bahkan situasi lebih buruk mungkin juga dapat terjadi di masa depan seperti PHK besar besaran, tidak ada lagi pembangunan RPTRA, pelayanan lambat dan korupsi merajalela, KJP anak sekolah pun akan disunat atau pada situasi terburuknya adalah KJP dihapus.

Semua perubahan perubahan itulah yang sebenarnya ingin ditunjukan oleh PDIP kepada semua warga DKI bila pasangan nomor 2 tidak memenangi Pilkada pada 15 February 2017 nanti.

Cara berkampanye politik PDIP ini yang terlihat agak kasar tapi sangat jelas to the point. Cara inilah yang tepat agar seluruh warga DKI terbelalak matanya dan pikirannya untuk melihat semua perubahan yang sudah ada lalu dikembalikan seperti zaman dulu.

Jangan samakan Banteng Ketaton dengan Kebo yang menggunakan Onta liar sebagai peluru. Kebo lupa bahwa arena pertandingan bukanlah di bumi datar.
Ketika Onta liar sudah di ujung tanduk, Kebo pun pura pura tidak tau atau mungkin memang tidak mau tau.


Salam sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw


USTAZAH IRENA HANDONO dan KAUL BIARAWATI KATHOLIK



Mungkin banyak sahabat umat Muslim yang berpikir kami umat Katholik marah terhadap ibu Irena Handono karena beliau telah meninggalkan biara saat masih mengenyam pendidikan menjadi Biarawati Katholik, untuk menjadi seorang Muslimah.
Untuk itu saya pribadi dan atas saran beberapa teman Katholik ingin menyampaikan kesalahan pandangan umat Muslim tersebut.


Namun, sangatlah disayangkan dan sangatlah tidak beretika bila seseorang yang belum pernah menyandang predikat Biarawati Katholik tetapi mengaku pernah menjadi Biarawati Katholik apalagi dengan tujuan untuk menghina / melecehkan / mendiskreditkan ajaran dan Keimanan Katholik.

Tahapan untuk menjadi seorang Biarawati Ursulin adalah pada saat menerima pakaian suster (kleding) atau masuk masa Postulan. Masa itu harus dijalani selama setidaknya 2 tahun. Kemudian masa Yunior (masih Calon Biarawati) dengan mengikrarkan Kaul Biarawati Pertama / Sementara yang harus dijalani 5 tahun.

Setelah melewati 7 tahun tersebut barulah seseorang menjadi Biarawati sesungguhnya dengan mengikrarkan Kaul Biarawati Kekal.

Ibu Irena mengenyam pendidikan ke-Susteran kurang dari 2 tahun berarti hanya sampai tahap Postulan dan tidak lulus. Jadi, beliau tidak pernah menginjakan kaki di tahap berikutnya sebagai Biarawati Yunior yang harus dilalui dalam 5 th. Dengan demikian, beliau masih jauh sekali untuk disebut sebagai Biarawati Katholik.

Untuk lebih mudah dimengerti, gelar atau predikat Biarawati ibaratnya Sarjana.

Anak SMA adalah masa depan calon Mahasiswa.
Kalau si anak sudah putus sekolah saat SMA, bagaimana mungkin dia menyandang gelar Sarjana ??? Sedangkan menginjakan kaki di bangku kuliah di Universitas pun dia belum pernah.

Kami sebagai umat Katholik senang dan bangga dengan Ibu Irena karena telah mendapat Hidayah dan telah memilih jalan hidupnya untuk menjadi seorang Muslimah.

Semoga Ustazah Irena Handono mampu memberikan kesejukan bukan hanya kepada umat Muslim tetapi juga kepada umat Non Muslim dengan menebarkan tausiah mengenai Cinta Kasih Allah untuk menyerukan dan membuktikan kepada kita semua bahwa Islam yang Rahmatan Lilalamin adalah ajaran penuh damai dan penuh kasih terhadap seluruh makhluk ciptaan-NYA di dunia ini.

Salam sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw

SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK ANIES BASWEDAN dan BAPAK SANDIAGA UNO



YTH: Bapak Anies Baswedan dan Bapak Sandiaga Uno

Melihat spanduk kampanye bapak, saya ingin sekali bertanya kepada bapak.

Waktu saya kecil, minimal 2 kali dalam sebulan kami mengunjungi Ancol untuk berenang. Jadi saya yakin bahwa ratusan jutaan orang telah menikmati Taman Impian Jaya Ancol sejak Ancol dibuka pada tahun 1966.

Apakah bapak tau bahwa Taman Impian Jaya Ancol adalah hasil Reklamasi ??

Disamping itu, hampir di seluruh negara termasuk Singapore dan Dubai melakukan reklamasi bukan saja untuk menarik wisata tetapi juga untuk memanfaatkan ekosistem yang bisa dibilang tidak berfungsi lagi.
Ikan ikan di pantai Jakarta sudah tidak bisa lagi dikonsumsi karena mengandung banyak logam berat yang akan memperpendek usia manusia karena penyakit yang dapat ditimbulkan.
Sebagai referensi, silahkan bapak buka link di bawah ini.


Sebagai seorang Non- Muslim, saya percaya bahwa Islam mengajarkan Rahmatan Lilallamin. Islam tidak mengajarkan kekerasan dan kebencian.

Di kantor saya dan tetangga tempat saya tinggal, saya memiliki banyak sekali teman yang berke-iman-an Syiah. Mereka pendatang dari Timur Tengah. Begitupun di Indonesia saya punya banyak sahabat Muslim Syiah.
Saya berani pastikan bahwa seluruh / semua orang yang saya kenal (teman di kantor, tetangga, teman main) yang berkeimanan Muslim Syiah adalah baik dan penuh toleransi terhadap kami yang Non Muslim.

Dengan mempromosikan diri bapak bahwa bapak adalah Muslim Sejati, saya mau bertanya "Apakah Muslim Sejati" yang bapak maksudkan ??

Apakah Muslim Sejati yang bapak maksud adalah seperti yang dicontohkan oleh mereka yang dengan sangat mudah menyebut orang lain yang berbeda sebagai Kafir ?? atau mereka yang teriak teriak Allahu Akbar saat demo sekaligus teriak teriak penggal kepala Pak Basuki alias Pak Ahok ??

Dengan menyebut diri bapak adalah Muslim Sejati dan NO Syiah, secara langsung bapak juga telah melakukan Diskriminasi dan Rasis terhadap mereka yang beragama Islam dengan mazhab Syiah.

Saya melihat kampanye bapak bahwa bapak sedang menggiring opini publik khususnya warga DKI untuk memilih seseorang yang Rasis Diskriminasi terhadap minoritas untuk menjadi Gubernur mereka.

Salam hormat saya.
Raymond Liauw