Monday, January 1, 2018

SURAT TERBUKA UNTUK ANGGOTA DPR RI



Kepada Yang Terhormat, Seluruh Anggota DPR RI
Sebagai negara Non-Blok saya sangat setuju dengan keputusan Presiden Jokowi untuk mengecam keputusan Presiden Donald Trump yang ingin memindahkan Kedutaan Besar US dari Tel Aviv ke Yerusalem karena hal tersebut dapat memicu konflik perang bukan hanya di wilayah Timur Tengah melainkan juga sebagai awal PD III.

Perlu diketahui bahwa Indonesia bukanlah satu satunya negara yang menentang keputusan Presiden Trump tersebut. Iran, Vatican, Perancis, Jerman bahkan sekutu USA sendiri yaitu Inggris juga turut mengecam keputusan Presiden Trump tersebut.
Sebagai bangsa yang merdeka dan sedang dalam pertumbuhan ekonomi, saya yakin Presiden Jokowi telah mengambil tindakan tepat seperti memanggil Duta Besar Amerika untuk Indonesia untuk menyampaikan pesan kecaman kepada Presiden Trump.

Sebagai kaum intelektual kitapun harus melihat situasi ini dengan kepala dingin dan mengambil keputusan sebijaksana mungkin karena dampaknya akan sangat mempengaruhi hubungan antar negara dan bahkan perekonomian di dalam negeri.
Bila rakyat Indonesia ingin memboikot semua produk US berarti rakyat Indonesia juga harus siap menghadapi perubahan nyata yang akan terjadi secara langsung baik secara pribadi maupun sebagai pelaku bisnis dalam menjalankan roda usaha.

Apakah produk produk USA seperti: FB, Tweeter, Instagram, Microsoft, Hewlett Packard, IPhone, IBM, APPLE, Coca Cola, Pepsi, McDonald, KFC, CFC, Starbuck, produk produk Unilever dan P&G, obat obatan, termasuk bahan bahan kimia untuk keperluan pabrik, dll juga akan diboikot ???
Apakah bapak bapak Yang Terhormat Anggota Dewan telah memikirkan dampaknya terhadap produksi dalam negeri berikut nasib para karyawannya ??
Jutaan karyawan akan “dirumahkan”, pak.
Siapa yang akan menanggung biaya hidup mereka ??

Bila boikot dilakukan dalam jangka panjang, maka perekonomian Indonesia akan jatuh dan Neraca Perdagangan pun akan anjlok. Pada tahun 2016, negara USA telah berkontribusi memberikan Surplus kepada negara Indonesia sebesar Rp.111,8 Trilyun. Apakah tidak terpikir oleh bapak bapak semua bila negara US juga menghentikan import barang dari Indonesia ??

Mengambil keputusan dengan emosi dan tanpa pemikiran secara matang seringkali membuahkan kegagalan.


Hormat saya.
Raymond Liauw

HARUSKAH KITA MEMBELA AGAMA KITA SECARA BERLEBIHAN ??



Seorang teman yang tinggal di Jerman berasal dari Indonesia seringkali menulis status mengenai ketidaksukaannya kepada para immigrant Muslim yang datang dari Afrika dan TimTeng karena para immigrant tersebut seringkali membuat onar di Eropa bahkan sampai ke masalah makan siang gratis untuk anak anak mereka di sekolah pun para immigrant Muslim tersebut meributkannya hingga ke parlement. Belum lagi masalah Hukum Syariah yang mereka tuntut dari pemerintah Jerman untuk diberlakukan di negara Jerman tempat mereka ditampung. Para refugees Muslim tersebut membawa ideologi Khilafah ke tanah Eropa dimana mereka ditampung.

Tulisan tulisan komplain dan kemarahan teman saya sering disalahartikan oleh para pembaca yang menganggapnya sebagai seorang yang Rasis dan Anti Islam.
Padahal apa yang disampaikan oleh teman saya adalah suatu kenyataan yang ada di Jerman dan tulisannya merupakan sebuah bentuk kekecewannya kepada pemerintah Jerman yang terlalu memanjakan immigrant Muslim asal Tim Teng dan Afrika di Jerman. Salah satunya adalah masalah tunjangan hidup yang diterima oleh keluarga immigrant Muslim dari pemerintah Jerman bisa mencapai sekitar $5000 / bulan per keluarga tanpa harus bekerja (suami istri tidak bekerja tapi punya banyak anak). Sedangkan teman saya yang merupakan warganegara Jerman walaupun sudah bekerja keras tapi tetap saja penghasilannya masih jauh di bawah jumlah yang diterima oleh para refugees tersebut.  Pajak penghasilan yang dibayar oleh para pekerja di Jerman digunakan untuk membiayai hidup para refugees tersebut.

Pandangan orang yang mengatakan teman saya Rasis dan Anti Islam adalah sangat berlebihan karena mereka tidak menggunakan akal sehat dan hanya terfokus pada agamanya.

Kini saya mau memberi pandangan saya sebagai immigrant asal Indonesia di USA.

Kalau di US, jarang sekali saya mendengar adanya onar / riot atau masalah besar yang dilakukan oleh para immigrant Muslim asal TimTeng atau Afrika.
Seandainyapun ada misalnya mereka meminta diberlakukan syariah law di beberapa kota termasuk di Dallas salah satu kota di Texas, tapi itu tidak sampai rusuh (hanya sebatas usulan). Ada juga masalah makan siang gratis di sekolah (di San Diego, California) dimana mereka meminta untuk tidak menyediakan babi di seluruh sekolah, itupun hanya usulan dan tidak sampai berpolemik besar.
 Saya juga pernah bilang bahwa sekitar 1 1/2 miles dari rumah saya sedang dibangun Masjid yang cukup besar untuk dijadikan Islamic Center. Warga sekitar tidak marah tidak protes malah kami begitu antusias ingin melihat bangunannya nanti setelah berdiri.
Jadi, bisa saya katakan bahwa prilaku para immigrant dan refugees Muslim asal TimTeng dan Afrika di USA terbilang baik dan mengikuti hukum yang berlaku di USA. Juga, janganlah heran bahwa ada ribuan Muslim di USA saat pilpres menjadi pendukung Donald Trump.

Di sini saya tidak membahas teroris yang berkaitan dengan ISIS atau AlQaida. Yang saya bahas adalah prilaku immigrant (termasuk refugees) Muslim asal TimTeng dan Afrika di USA secara keseluruhan. Malah sebaliknya, di USA para immigrant yang berasal dari Mexico dan Colombia yang hampir semuanya beragama Katholik dan Protestan justru yang sering sekali membuat onar dan kriminal. Mereka memiliki jaringan internasional untuk menjadi Drug Dealers atau Drug Cartels lalu menyelundupkan barang haram tersebut melalui jalan darat masuk ke US. Setelah tiba di US, barang haram tersebut disalurkan melalui jaringan penjualan obat bius mulai dari tempat hiburan malam, sekolah sekolah, kompleks perumahan dan perkumpulan anak muda di US.

Bukan cuma immigrant seperti saya tapi rakyat Amerikapun sudah muak dengan prilaku mereka. Pada tahun 2016 di US terdapat lebih dari 64,000 orang tewas akibat overdosis. Makadari itu kami sebagai rakyat US mendukung program Presiden Trump untuk menghabisi dan mendeportasi para kriminal illegal immigrant asal Mexico, Colombia dan juga negara Amerika Latin lainnya.
Pada akhir tahun 2016 terdapat sekitar 12 juta illegal di US yang diperkirakan sekitar 8,5 juta dari South America, sisanya dari Asia dan negara lainnya.

Lantas, apakah kalian juga akan mengatakan bahwa saya Anti Katholik dan Anti Protestan hanya karena saya mendukung Presiden Trump untuk mendeportasi jutaan illegal dari South America perusak generasi muda ??

Aahhhh..... bila anda membela agama anda secara membabi buta maka nalarpun seolah anda tidak memilikinya. Sama halnya anda mengejek hidung orang pesek, padahal hidung anda sendiri melesek ke dalam walau gigi anda tampak lebih mancung.


Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw

SIMALAKAMA BAGI TKW di ARAB



Pengiriman TKI ke negara Arab sudah ada sejak puluhan tahun lalu, jauh sebelum Pak Jokowi menjadi Presiden.

Seorang teman mengirim video yang berisi curhatan seorang TKW selama bekerja di Arab.

Video yang sedang viral tersebut sudah saya tonton beberapa kali. Semakin sering saya tonton semakin tidak tega melihatnya.

Saya pernah menonton video ceramah seorang Ustadz (sepertinya ajaran Wahabi) yang membolehkan seorang budak atau pembantu di Arab disetubuhi oleh tuannya termasuk oleh anak anak laki tuannya. Pak ustadz pun bilang itu memang sudah ada ayat ayatnya yang mengatur di dalam Quran, jadi tidak ada yang salah atas prilaku para majikan pria di Arab terhadap para budak / pembantu wanitanya.

Sempat terlintas di pikiran saya, kalau memang ajaran dan budaya di Arab demikian, berarti sudah semestinya para TKW sadar bahwa begitu dia menjadi TKW di Arab, diapun seharusnya sudah siap untuk dijadikan budak sex oleh para majikan pria.
Seandainya para TKW tersebut tidak rela dijadikan budak sex, lantas kenapa mereka tidak menjadi TKW di S’pore atau Taiwan atau Hong Kong atau China ???
Belum lagi saya menjawab pertanyaan saya sendiri, seseorang memberi komentar dengan bahasa agamaisnya bahwa haram hukumnya bekerja untuk orang Cina dan Kafir, makanya mereka menjadi TKW di Arab dan kalau ada waktu sekalian Umroh atau jadi Hajjah.

Bukankah Islam adalah agama universal dan selalu ada pemeluknya di negara manapun di dunia ini termasuk di negara mayoritas non Muslim ??
Memangnya para calon TKW tidak bisa memilih untuk bekerja hanya pada keluarga Muslim ??
Kasus pelecehan sex dan pemerkosaan terhadap TKW lebih banyak terjadi di Arab dibanding negara lainnya.
Haruskah para TKW asal Indonesia di Arab terus beresiko dijadikan budak sex oleh para majikan prianya tanpa adanya perlindungan hukum dari negara Arab sendiri ??
 Saya tidak terlalu berharap dari para Anggota Dewan Terhormat yang membidangi pengiriman TKI ke luar negeri. Namun setidaknya para TKW tersebutlah yang harus mempertimbangkan baik buruknya bekerja sebagai PRT di negara Arab.

Hidup di Arab sebagai TKW seperti memakan buah simalakama. Kalau melayani permintaan sex majikan pria maka hidupnya seperti pelacur, sedangkan kalau menolak maka siksaan tubuh akan diterimanya. Pikiran simpel saya mengatakan, kalau sudah melihat dan tau di depan kita ada taik anjing kenapa kita tetap injak injak dengan sengaja taik anjing tersebut, kemudian marah marah dan nangis nangis setelah menginjaknya ??

Aahhhh.... nikmati sajalah dengan desahan sambil merem melek daripada dipaksa majikan nanti malah lecet lecet.


Selamat malam dan sehat selalu.
Raymond Liauw

PANCASILA VS KHILAFAH



Ketika suatu masalah muncul maka ramai orang membicarakannya. Mulai dari tukang ojek, tukang ketoprak hingga Manajer kantor atau bahkan pemilik pabrik turut bergunjing.
Sama halnya ketika tersebar video mantan Menpora Adhyaksa Dault sedang teriak teriak mendukung khilafah, atau ketika Bachtiar Nasir berpidato di hadapan ribuan orang untuk menjunjung khilafah, atau ketika Felix Siauw berpidato di atas podium juga dihadapan ribuan orang yang sedang berjuang untuk menegakan khilafah di Indonesia, maka ramai ramai kita mempergunjingkannya terlebih di medsos. Begitupun saat 10 orang politikus ditangkap karena merencanakan makar untuk menggulingkan Presiden Jokowi ketika Aksi nomor togel, kitapun dibuat heboh malah beritanya dibesar besarkan bahwa mereka akan dipenjara seumur hidup.

Tapi kenyataan yang kita lihat........ bau kentut itupun hilang sendiri.

Rizieq buron bukanlah masalah melecehkan Pancasila dan makar untuk menjatuhkan Presiden Jokowi, melainkan masalah Video Porno dan Kasus Selangkangan Firza Husein.
Mungkin ini adalah salah satu strategy Pemerintahan Jokowi untuk tidak menjebloskan mereka ke penjara karena khawatir dianggap diktator sedangkan mereka akan merasa dizolimi kemudian akan menyeret dunia internasional (playing victim).

Di tengah semua “sandiwara politik” ini saya melihat hanya NU dan para Bansernya yang konsisten terus memerangi radikalisme dengan menghalau semua bentuk kegiatan penyebaran ideologi khilafah yang Anti Pancasila. Keseriusan NU untuk menjaga NKRI, ideologi Pancasila dan UUD’45 tidak perlu diragukan lagi.
Bagi saya, NU dan para Bansernya bukan cuma sekedar pribumi melainkan mereka semua adalah WNI (Warga Negara Indonesia). Bila kalian adalah WNI maka kalianpun seharusnya mampu untuk menjadi “Banser NU” (tanda petik) demi menjaga ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI.

Ideologi Khilafah hanya untuk 1 (satu) agama yaitu 1 (satu) Islam yang umatnya cuma tunduk pada 1 orang khilafah.
Jutaan muslim di Iraq dan Suriah dipenggal karena mereka tidak tunduk pada ISIS yang kini sedang “melarikan diri “ ke Asia Tenggara.
Di Mindanau-Phillipines, mereka dihantam habis oleh Rodrigo Duterte seorang Presiden yang tidak pernah takut dituduh sebagai pelanggar HAM, yang juga pernah menyebut Obama sebagai “son of a bitch” dan menyuruh PM Canada untuk “lay off the bullshit”.
Sedangkan di Indonesia, penyebaran atau dakwah mengenai ideologi khilafah masih terus gencar dilakukan hingga ke pelosok desa. Pendakwah radikalnya bebas berkeliaran teriak teriak.
Seandainya suatu saat ideologi khilafah benar benar menguasai Indonesia, maka dari seberang benua akan saya linangkan air mata saya untuk kalian karena saya yakin saat itu situasi Indonesia akan sama dengan Suriah saat ini.

Dalam 2 tahun sisa pemerintahannya, saya berharap pemerintahan Jokowi akan lebih serius menghantam kaum radikal dan intolerant. Bila Kerajaan Arab Saudi saat ini sedang menghabisi para ulama radikal, maka pemerintah Indonesiapun semestinya juga bisa menangkap dan menjebloskan para ulama radikal ke penjara.

Masa depan suatu bangsa bukanlah ditentukan oleh bangsa asing melainkan oleh bangsa itu sendiri.


Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw

BRAVO ANANDA SUKARLAN !!! HATI NURANI TAK MAMPU BERDUSTA

BRAVO ANANDA SUKARLAN !!!
HATI NURANI TAK MAMPU BERDUSTA
(Renungan)


Beberapa hari lalu saya menulis sebuah artikel mengenai seorang pengrajin muslim bernama Rudy Erma Wanto di Jepara yang menghasilkan karya ukirnya yang bernapas Kristiani berupa wajah Kristus Bermahkota Duri, Perjamuan Terakhir, dan Kisah Perjalanan Kristus (mulai dari lahir, Yesus mengajar, mukjizat meneduhkan angin, wafat di kayu salib, hingga naiknya Kristus ke Surga).

Saya sungguh salud kepada si pengrajin yang tidak pernah takut didemo, dituduh kafir atau mungkin dituduh sebagai gerakan pemurtadan terhadap umat muslim.
Nyatanya sangatlah tidak mudah untuk menghasilkan karya karya ukir nan cantik elok tersebut tanpa memiliki hati nurani yang benar benar jernih tidak terkontaminasi dengan politik.

Berita yang viral sejak kemarin, seorang Pianis yang juga Komposer Ananda Sukarlan melakukan walk out saat Anies memberi sambutan pada acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius.
Di kalangan dunia musik Classic terutama di benua Eropa nama Ananda Sukarlan asal Indonesia ini bukanlah nama musisi baru. Berbagai penghargaan dunia telah diraihnya bahkan beliau adalah satu satunya orang Indonesia yang namanya tercatat dalam buku “The 2000 Outstanding Musicians of the 20th Century” yang berisi riwayat hidup 2000 orang yang dianggap berdedikasi pada dunia musik.
Ananda merupakan salah satu dari 5 alumni Kolese Kanisius yang akan menerima penghargaan pada acara tersebut.
Ananda bukanlah seorang politikus apalagi orang parpol. Beliau hanyalah seorang musician yang berdedikasi tinggi pada dunia musik namun hati nuraninya teruji ketika beliau seakan akan “dipaksa” oleh panitia acara untuk mendengarkan pidato seorang Gubernur yang diundang dan menjadi salah satu pembicara pada acara tersebut. Tidak banyak orang yang mampu melawan suara hati nuraninya apalagi yang dihadapinya adalah orang nomor 1 di jajaran Pemprov DKI.
Ananda memilih untuk walk out karena beliau mengikuti suara hatinya.  Ananda yang adalah seorang muslim berbicara tidak mengatasnamakan agama maupun SMA Kolese Kanisius melainkan mengucapkannya langsung dari lubuk sanubari.
Kejujuran dan keberaniannya tidak takut akan kehilangan penggemarnya di Indonesia dan dunia. Malah sebaliknya, beliau telah menunjukan kepada kita semua bahwa beliau memang pantas untuk menerima penghargaan dunia sebagai “outstanding person” bukan hanya karena prestasinya di dunia musik namun juga karena beliau mengedepankan hati nurani dan sifat kemanusiaannya yang tidak mampu berdusta.

Dalam kehidupan nyata banyak sekali kenyataan dimana lidah dan ucapan bibir telah menjadikan seseorang menjadi manusia munafik. Kemarin bilang haram, hari ini bilang halal hanya untuk memuaskan ego dan napsu kekuasaan.
Untuk itu, saya benar benar bangga dan salud kepada sahabat saya Ananda Sukarlan, yang kebenaran juga adalah pernah menjadi teman sekelas saya sewaktu di SMP VAN LITH (Budi Mulia), Gunung Sahari - Jakarta Pusat.

Seseorang yang memperoleh kemenangannya dengan cara picik licik, rasis diskriminasi dan tidak manusiawi sesungguhnya dia adalah seorang pecundang yang tidak memiliki hati nurani dan sungguh tidak bernilai.

“Tanyalah hati tentang segala perkara karena sesungguhnya ia adalah saksi yang tidak akan menerima suap” - Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

#BravoAnandaSukarlan


Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw

TALENTA SEBAGAI ANUGRAH ALLAH (Renungan Malam)



Saya percaya setiap manusia memiliki keunikan sendiri sendiri. Semakin manusia membuka diri untuk saling mengerti terhadap sesama ciptaan-NYA maka manusia tersebut akan semakin memahami betapa besar cinta kasih Allah kepada seluruh manusia.

Tidak semua orang bisa menjadi Dokter dan tidak semua orang mampu menjadi Pilot. Seorang Mark Zuckerberg yang drop out dari kuliahnya kini menjadi salah satu orang tersukses di dunia. Ibu Susi... Pudjiastuti hanya mengenyam bangku sekolah SMP tapi sukses dalam bisnis dan mampu menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Kita tinggalkan dunia politik sejenak untuk melihat dunia seni ukir dan pahat khususnya di Jepara.
Saya termasuk salah seorang yang menyukai seni, baik itu dalam bentuk lukisan maupun ukiran. Walaupun keluarga saya tinggal di lingkungan yang sedikit orang Asianya, tapi pada dinding dan sudut ruang tamu, juga ruang keluarga rumah saya terpampang beberapa ukiran kayu Indonesia, ukiran Garuda Kencana, Tari Legong Bali, lukisan Semar & Bagong di atas kulit kambing, bahkan di ruang dapur pun saya pasang ukiran pedesaan Jogjakarta. Sampai sampai tetangga saya pernah bilang “ini dekorasi rumah anda masih kental sekali Indonesian art”

Talenta adalah sebuah rahmat Allah kepada ciptaan-NYA.
Talenta juga bukan melulu berbicara mengenai uang atau harta benda di dunia, melainkan dapat juga diartikan sebagai sebuah karunia yang diberikan oleh Allah untuk dipercayakan kepada kita.
Bila arsitektur Friedrich Silaban seorang Kristiani mampu merancang sebuah masjid megah Istiqlal Jakarta. Maka janganlah heran bila ada seorang pengrajin dan pemahat muslim di Jepara bernama Rudy Erma Wanto mampu menghasilkan “The Last Supper” dan “The Golgotha” dalam karyanya.

Saya yakin Allah mengharapkan sesuatu dari kita yang telah memperoleh talenta sebagai rahmat-NYA.
Allah menginginkan kita untuk terus berbuah dan bertanggung jawab atas semua yang telah dipercayakan-NYA kepada kita dan menggunakan semuanya dengan baik dan bijaksana terhadap sesama demi Kemuliaan-NYA di Surga.

Kiranya kasih dan rahmat Allah selalu menyertai kita semua hingga akhir zaman. Amin.


Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw.

BANGGA MENJADI KATHOLIK PEMIKUL SALIB KRISTUS (Renungan Katholik)




Berita pengunduran diri Uskup Hurbertus Leteng bukan cuma di Indonesia. Paus Fransiskus di Vatikan juga telah menyetujui pengunduran diri Hubertus sebagai Uskup dan telah menunjuk penggantinya.
Vatican Radio menyiarkan hampir sebanyak 70 Pastor dari Keuskupan Ruteng telah meminta Vatikan untuk membantu penyelesaian masalah dimana Uskup Hubertus telah menyalahgunakan uang sekitar $120 ribu.
Berita yang tersiar uang tersebut digunakan untuk membiayai seorang anak laki laki dari keluarga miskin yang sedang sekolah Pilot di US, namun tidak ada penjelasan secara rinci. Kasuspun kian semrawut ketika para Pastor menduga Uskup Hurbertus memiliki hubungan “khusus” dengan seorang wanita.

Dalam kenyataannya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, itulah berita yang ada bukan cuma di medsos elektronik tetapi juga di media cetak baik di Indonesia maupun di luar Indonesia termasuk Fox News USA, bahkan Vatikan Radio pun menyiarkannya.
Seandainya anda bilang malu sebagai seorang Katholik hanya karena seorang Uskup melakukan penyelewengan dana gereja, maka saya pun juga akan bilang “Anda Katholik Lebayyyyy........ !!”

Katholik sudah ada lebih dari 2000 tahun dimana Yesus Kristus sendiri yang menunjuk Petrus untuk menjadi pemimpin umat-NYA di dunia dan meneruskan Karya Kasih Allah kepada umat-NYA.
Matius 16:19 “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di Surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di Surga”.
Selama lebih dari 2000 tahun ini apakah gereja Katholik berjalan mulus lancar tanpa masalah ?? Tidak.

Cobalah tengok sejarah Kepausan dimasa silam yang telah terkontaminasi oleh politik dan perebutan kekuasaan dan otoritas dengan para Kardinal. Itulah salah satu penyebab terjadinya Reformasi Protestan oleh Martin Luther pada abad ke-15 yang hingga saat ini masih terus berlanjut mengkritik Kepausan sebagai institusi korup.
Paus Fransiskus sendiri pernah menyatakan “Korupsi adalah proses pembusukan yang tertutupi.... Mereka yang tidak benar benar bertobat dan hanya berpura pura menjadi orang Kristen merusak Gereja...”.
Bila Paus sendiri berani mengatakannya maka kitapun tidak perlu takut kemudian menutup nutupinya.
 Selama lebih dari 2000 tahun Gereja Katholik telah diterpa badai namun tetap berdiri kokoh sekalipun mereka yang tidak setuju telah memisahkan diri untuk menjadi pengikut Reformasi Protestan.

Pertanyaannya apakah salah satu misi utama Martin Luther untuk membersihkan Gereja dari praktek Korupsi telah berhasil ??
Lihatlah kenyataan dimana banyak Pendeta Protestan yang menjual ayat ayat suci untuk menumpuk kekayaan pribadi.
Lihatlah juga perpecahan dalam tubuh Protestan itu sendiri yang telah melahirkan puluhan atau mungkin ratusan aliran dan dogma baru karena ketidakpuasan para pengikutnya.

Saudara saudariku terkasih di dalam Kristus, apa yang terjadi pada Gereja Katholik sejak berdirinya hingga saat ini adalah bagian dari dosa dosa manusia sebagai pengikut-NYA dan itulah bilur bilur derita yang ditanggung oleh Yesus Kristus.

Sangatlah tidak pantas kita memalingkan wajah apalagi memalingkan keimanan Katholik kita hanya karena kesalahan yang telah dibuat oleh segelintir orang Katholik termasuk pejabat gereja Katholik.
Saya secara pribadi, dengan melihat apa yang sedang terjadi pada Keuskupan Ruteng, justru akan membuat keimanan Katholik saya menjadi lebih kuat agar saya ke depannya lebih tegar untuk memikul Salib Kristus dan berdoa agar para Imam selalu dikuatkan untuk terus menggembalakan kita semua umat-NYA hingga akhir zaman.


Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw