Wednesday, August 28, 2013

RANAH MINANG YANG KURINDU

Pesona alam terbentang megah
Bukit Barisan berdiri gagah
Awalnya Kelok Empat Empat membuatku resah
Semuanya terbingkai dalam pengalaman indah

Hembusan angin Bukit Tinggi menyejukan jiwa
Menyapu semua penat kelelahan raga
Amboiiii santap durian di pinggir Danau Maninjau
Begitu indahnya tanah Minangkabau

Kukepak sayap mengikuti arah para burung
Hinggap di Kerajaan Pagar Uyung
Memasuki Rumah Gadang yang terlestari
Hingga kini masih terbawa ke dalam mimpi


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

BUNDA TERESA

Setetes embun bening
membalut kulit bumi
menumbuhkan padi di tanah gersang
halus, sabar dan penuh kasih

Keriput kulit semakin tampak
kalah termakan usia
tetapi semangat pantang menyerah
berjuang untuk kaum jelata

Berpuluh tahun mengail jiwa jiwa mati
Apadaya raga tak menopang lagi

Sudah saatnyalah untuk dia
tertidur panjang

Kasihnya tetap menyala
pada tunas tunas baru berkembang
akarnya menembus dasar bumi
rantingnya terus merambat hingga surgawi

Jasanya akan selalu dikenang
Namanya akan harum abadi
memancarkan damai di Bumi dan di Surga
Dialah Bunda Teresa


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

Tuesday, August 27, 2013

SURAT SEORANG IBU KEPADA ANAKNYA

Kicau burung berkata sambut
Kupu kupu menari bersama bunga
Ucapan Selamat datang berebut
Menyambut kelahiranmu dengan bahagia

Halusnya kulitmu
masih terasa di jemariku
Puji syukur terucap atas kehadiranmu
diiringi doa agar Tuhan selalu menyertaimu

Waktu cepat berlalu
Kini kau bukan bayi seperti dulu

Keharmonisan yang dulu begitu melekat
Kini memudar lepas tak terikat
Berbagai cara kujalani agar kita kembali erat
Hanya kegagalanlah yang kudapat

Disaat asaku meninggalkan relung
Cintaku kepadamu semakin membara
Air mata setiap malam tak terbendung
Berharap terang menepis duka

Anakku
dari rahimku inilah kau dilahirkan
dengan kedua tangan inilah kau dibesarkan
kepulanganmu sangatlah Ibu harapkan

Teriring doa dari Ibumu yang selalu mencintaimu...........


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

DISKRIMINASI SESAMA UMAT ALLAH

Saat kau menuduhku
aku tak membela diri
Saat kau memukulku

aku tidak melawan
Saat kau menyiksaku

aku tidak meronta

Debur ombak terus berbicara
kepada karang yang diam membisu
Angin terus berbisik

kepada gunung yang membatu

Dapatkah awan memaksa kumbang menjadi rajawali ?
Dapatkah hutan merubah padi menjadi kayu jati ?


Kau dan aku adalah sama
Kita semua adalah manusia ciptaan Allah

 

Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

BUMI, SURGA DAN NERAKA

Mentari membakar bumi renta
Bayangan bersandar pada pohon ara
Tiada penghalang di depan mata
Jauh memandang fatamorgana


Bibir bukit terkatup diam penuh rahasia
Kulit bumi tempat berbaring raga
Langit sabar menaungi alam semesta
Hidup di antara Surga dan Neraka

Kaki terbelenggu, langkah mati
Lidah membeku, kata terhenti
Dipersimpang jalan kita berdiri
Mencari arah setelah peristirahatan ini

Wahai manusia.....

Lihatlah hatimu
Simaklah ucapanmu
Dan tataplah perbuatanmu
Mereka akan menuntun arah langkah jiwamu


 
Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

PUISI 666

Awan terlalu letih untuk berjalan
Bumi tak bergairah meneruskan perputaran
Bisikan angin tertelan kesunyian
Serigala melolong memohon belas kasihan

Enam bulan Enam minggu dan Enam hari
Tiada turun hujan di negeri kami
Perjalanan terhadang lidah lidah api
Memaksa langkah untuk berhenti

Gunung merata dengan bumi
Batu karang terbelah tak mampu berdiri
Matahari lenyap bersembunyi
Hanya langit tegar menjadi saksi

Bila saja kami dapat kembali kemasa lalu
tak akan kami menentang Firman-Mu
Bila saja kami dapat memutar balik arah waktu
tak akan kami meremehkan Keagungan-Mu

Teriring pesan kepada keluarga, saudara dan kerabat
Bertobatlah. Kerajaan Allah Sudah Dekat


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw

JIWA HAMPA DI DALAM DUSUN RAPUH

Di sebuah dusun rapuh
kotor berdebu
Bayangan hitam duduk bersimpuh
meniup seruling bambu

Lantunan merana
meratapi jiwa hampa
tanpa cahaya
tiada yang menyapa

Lamunan jauh merantau
menjauhi dunia kehidupan
berteman dengan bangkai
lingkaran kematian telah terangkai

Angin kering dimuntahkan dari Surga
Alur kehidupan terkuak begitu sempurna
Terbingkai tingkah laku setiap manusia
sejak kecil hingga dewasa

Sebongkah batu nisan
berwajah pucat pasi
bersandar pada bumi
sepertinya sudah tak sabar menanti


Salam kasih dan sejahtera selalu,
Raymond Liauw