Sunday, May 14, 2017

JANGAN SIA SIAKAN PERJUANGAN AHOK



Keputusan Hakim dengan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara kepada Ahok dimana keputusan tersebut lebih tinggi dibanding dengan yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum akan berdampak preseden buruk terhadap sistem peradilan di Indonesia di mata rakyat Indonesia maupun internasional.

JPU sendiri menuntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun karena JPU tidak berhasil menemukan satupun bukti dan alasan kuat untuk memvonis Ahok sebagai pen...ista agama.
Dengan keputusan tersebut, kedepannya kaum minoritas akan semakin tertekan dan terkucilkan. Yang saya maksud dengan minoritas di sini adalah bukan cuma keturunan Tionghoa tetapi juga mereka yang menyebut dirinya sebagai Indonesia Asli dan non Muslim termasuk Syiah dan keimanan lainnya yang jumlahnya tidak banyak.

Kita ambil contoh kasus penistaan agama Kristiani oleh Habib Rizieq yang seperti hangat hangat tai ayam untuk diproses bahkan tidak ada usaha pencegahan ke luar negeri walaupun yang bersangkutan sudah mangkir beberapa kali untuk memenuhi panggilan pihak berwenang.
Apakah hanya karena si pelaku adalah keturunan Arab dan yang juga seorang ulama Muslim sehingga si pelaku memperoleh perlakuan khusus dari negara ???
Seandainya benar demikian maka apa yang dikatakan bahwa "Semua warga negara adalah sama di muka hukum" adalah suatu kebohongan dan pembodohan terhadap rakyat yang sudah bodoh dibikin tambah bodoh.

Kini, setelah mereka berhasil memenjarakan Ahok, merekapun belum puas dan masih ingin melengserkan Presiden Jokowi dengan mamaksa HAM untuk memanggil Pak Jokowi yang dianggap telah melanggar HAM karena membubarkan ormas radikal HTI.

Sahabat terkasih, jangan sia siakan perjuangan Ahok yang selama ini berjuang untuk menegakan 4 pilar kebangsaan sebagai cita cita para pendiri bangsa. Jangan biarkan NKRI dikuasai oleh para dungu yang mabuk dogma agama yang hanya akan berujung pada kehancuran bangsa dan negara.

Kita harus yakini sebelum pemilu 2019, Presiden Jokowi berserta TNI dan POLRI sudah berhasil menumpas semua ormas radikal seperti FPI hingga ke akarnya. Tangkap semua pelaku provokator bukan cuma keroconya tetapi juga para pentolannya termasuk para pejabat negara bila ada.

Laporkan semua statement di medsos yang sekiranya dapat menghasut untuk menumbangkan Pancasila dan UUD'45 kepada pihak Kepolisian. Saya pun yakin para ulama NU bersama para bansernya akan terus mengawal Pancasila dan UUD'45 demi keutuhan NKRI.


Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw

AHOK dan SALIB-NYA



Yesus Kristus divonis mati di kayu salib untuk kejahatan yang tidak pernah DIA lakukan. Begitu pedih dan perih perasaan para pengikut-Nya mendengar keputusan Pilatus.
Mungkin saat itu mereka bertanya tanya inikah yang sebenarnya diinginkan oleh Allah ?? Mengapa Allah tidak menolong ?? Mengapa Allah tidak menurunkan para Malaikat-Nya membantu Yesus ??
Semakin banyak pertanyaan semakin banyak pula pertanyaan mereka yang tidak terjawab.

Dua ribu tahun lebih kejadian tersebut telah berlalu namun kami umat Kristiani masih merasakan betapa tersiksanya DIA, tampak pada bilur bilur di tubuh-Nya dan mahkota duri di kepala-Nya.
Kejadian serupa kini terjadi pada seorang Ahok dengan tuduhan yang serupa pula, penodaan terhadap agama.

Bila kalian merasa tersakiti karena merasa ini bukanlah sebuah keadilan yang harus diterima oleh seorang Ahok, maka kalian minimal telah mengerti bagaimana sakitnya perasaan para pengikut Yesus Kristus pada zaman itu.

Roh Yesus Kristus adalah Roh Allah.
Kasih Kristus tidak hanya ada pada kami yang beragama Kristiani tetapi juga ada pada diri kalian yang bukan Kristiani. Kasih Kristus tidak mengenal suku, ras maupun agama.
Ahok adalah sosok seorang pengikut Kristus yang benar benar merasakan beban memikul Salib-Nya menuju Bukit Golgota.

Selama kita masih hidup di dunia maka keadilan dunialah yang akan kita terima yang sudah terkontaminasi dengan politik, keserakahan, keangkuhan dan segala dosa dunia. Keadilan dunia yang semu berfatamorgana.

Keadilan Sempurna sesungguhnya hanya milik Allah.


Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw

JOKOWI DI PERSIMPANG JALAN



Ketika percikan api sudah menyambar halaman rumah kita, apakah kita akan tetap diam menunggu sampai angin kencang menghembus percikan percikan api itu hingga menyambar atap dan ruang tamu rumah kita ??

Kalahnya Ahok di pilkada saya anggap suatu hal yang biasa apalagi kekalahannya dikarenakan oleh serangan issu sara dimana Ahok adalah minoritas. Sayapun tidak punya hak pilih karena saya bukan warga DKI.

Pernyataan Ahok yang tidak mau menjadi Menteri maupun Penasihat Presiden apalagi Wakil Presiden melainkan ingin menjadi Pembicara di salah satu stasiun TV, dimana beliau seakan tidak lagi ingin berkecimpung di dunia politik.
Inikah bentuk ungkapan kekecewaan seorang Ahok terhadap pemerintahan Jokowi yang selama 3 tahun tidak berhasil menumpas radikalisme di Indonesia ??

Saya ingat pernah ada video Gus Nuril sekitar 2 atau 3 tahun lalu yang menyerukan pembubaran ormas radikal seperti FPI tapi sampai hari ini kaum radikal semakin ganas dan kian menyebar menggerogoti dunia pendidikan di sekolah sekolah.

Pak Jokowi kini seolah olah ada di persimpang jalan. Menumpas radikal dengan kekerasan akan melanggar HAM, sedangkan menumpas radikal dengan lemah lembut kasih sayang akan butuh waktu puluhan tahun. Bila radikal dibiarkan maka akan terus bermunculan bibit bibit baru dari generasi penerus mereka.

"Diam itu bukan berarti takut, tapi tidak selamanya Diam itu emas".


Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw.

BILA PAK PRABOWO MENJADI RI1



Seperti yang juga diprediksikan oleh banyak orang bahwa apa yang baru saja terjadi pada Pilkada DKI juga akan terjadi di Pilpres 2019 dimana akan banyak sekali simpatisan calon lawan Jokowi akan berteriak teriak PKI, Kafir, Anti Syiah, Anti Cina dan segala fitnah kepada wong Solo Jokowi yang sederhana dan ndeso ini.

Keberhasilan kaum radikal memainkan issue agama dalam menumbangkan Ahok di DKI akan kembali dimainkan oleh aktor politik yang sama d...an orang orang lapangan yang sama.
Pilpres memang masih 2 tahun lagi tetapi bila Jokowi tidak mampu meredam aksi kaum radikal maka tidak mustahil beliau akan tumbang, cukup 1 periode.
Prabowo lah yang akan menjadi RI1.

Seandainya Prabowo menjadi RI1, apakah negara NKRI akan langsung terpecah belah karena banyak yang memperkirakan NKRI akan menjadi Negara Islam Indonesia ??
Saya koq' tidak yakin Prabowo yang saat itu baru menjadi Presiden RI akan mengorbankan ribuan bahkan jutaan jiwa rakyat Indonesia yang menentang sistem Khalifah.
Satu hal yang saya yakin akan terjadi adalah saham Freeport akan kembali dikuasai oleh Paman Sam, sebagaimana Freeport hadiah dari Presiden Suharto kepada CIA yang telah membantu beliau menumbangkan Orde Lama. Pembentukan Freeport pun diprakarsai oleh Prof Dr Soemitro yang juga ayah kandung Prabowo.

Yang saya khawatirkan justru adalah Prabowo berhutang budi kepada kaum radikal.
Bila Prabowo menjadi Presiden RI, saya yakin para ulama yang selama ini dikenal sebagai ulama radikal akan "menjilati dubur" Prabowo agar diberi kekuasaan kemudian mereka akan menempatkan para pejabat radikalnya di daerah daerah.
Namun, pada titik tertentu dimana mereka sudah kuat maka mereka jugalah yang akan menumbangkan Prabowo.
Setelah Prabowo di-impeached maka berkuasalah Kaum Radikal yang sebenarnya untuk membentuk Negara Islam Indonesia.

Bila semua ini terjadi negara kapitalis lah yang akan tertawa terbahak bahak karena mereka akan menawarkan solusi seperti yang mereka lakukan di Timur Tengah.
Anda mau serahkan ladang minyak anda kepada saya ??
Atau anda mau ladang minyak anda saya bakar ??

Dalam sisa kekuasaan 2 tahun ini, beranikah Pak Jokowi menghantam ormas ormas radikal dan menyatakannya sebagai ormas terlarang seperti yang dilakukan Suharto terhadap PKI ???

Salud untuk Banser NU yang berani secara terang terangan dan mengkonfrontasi secara terbuka terhadap kaum radikal demi NKRI.


Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw

OBROLAN PILKADA DI AKHIR PEKAN



Seorang pemilik usaha ekspedisi bilang siapapun yang menjadi Gubernur DKI tidak terlalu mempengaruhi kehidupan keluarganya. Dia tidak pernah sekalipun menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Ahok mulai dari rusun, KJP, RPTRA, bebas pajak rumah dibawah Rp.1 M, dikasih hadiah ke Spanyol karena menang bola kompetisi rusun. Bis Trans Jakarta yang dibilang mewah nikmat pun tidak pernah dia tumpangi.

Lalu saya tanya "Bagaimana dengan transparasi dan kemudahan mengurus surat surat di kelurahan dan di kantor pemda ???".
Sambil ketawa dia bilang "masalah sogok menyogok di Indonesia sudah biasa, Ray. Sejak bokap gue rintis perusahaan ini waktu Gubernur nya masih Pak Tjokropranolo juga bokap gue sudah kenal sama orang dalam Pemda. Mulai dari izin usaha hingga pajak perusahaan semuanya bisa mudah diatur".

Alasan dia menyukai dan memilih Ahok adalah jalan di depan rumahnya tidak banjir dan kali kali bersih enak untuk dilihat. Cuma 2 itu saja.

Pengusaha non Tionghoa (atau pribumi) yang kebenaran juga teman kuliah saya sewaktu di Australia 23 tahun lalu ini memiliki 2 anak yang saat ini keduanya sedang kuliah di Monash Univ., Melbourne - Australia. Jadi, sudah pasti dia juga tidak menerima program tunjangan Rp.18 juta per tahun dari Pemda.

Ternyata hampir semua program Ahok di DKI memang sejatinya memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi warga DKI menengah ke bawah khususnya warga miskin.

Kuping lumayan hangat juga ngobrol ngalor ngidul sama teman lama lebih dari 1 jam di telphone.


Selamat berakhir pekan dan sejahtera selalu.
Raymond Liauw

SURAT AL MAIDAH 51 dan SELANGKAH LAGI, PAK PRABOWO !!!



Berbagai tuduhan korupsi atas kasus Bus rusak buatan China, RS Sumber Waras, Reklamasi tidak mampu menumbangkan Ahok dari kursi Gubernur DKI karena semua tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki bukti kuat. Malahan terlihat semuanya hanyalah tuduhan yang mengada ada yang dilakukan oleh para lawan politik Ahok.

Namun begitu terkena kasus dugaan penistaan surat Al Maidah 51, Ahok benar benar semaput dan mantan Bupati Belitung itu akhirnya gagal untuk kembali menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta periode 2017 – 2022.

Langkah politik dengan menggunakan issu SARA yang dalam kenyataannya masih sangat efektif di Indonesia ini didukung oleh pemain drama kawakan Ketua FPI - Rizieq berhasil menampilkan aktor aktor garang dari para anggotanya dalam episode sinetron berjilid Aksi Membela Islam. Jutaan rakyat Indonesia termasuk mereka yang berada di luar Pulau Jawa turut hanyut meneriakan takbir menuntut Ahok dipenjara bahkan dihukum mati.

Ditambah lagi dengan diundangnya penceramah kontraversial Zakir Naik yang kini menjadi buronan Polisi India untuk hadir di Indonesia yang turut membanting kredibilitas Ahok.
Begitu saya mendengar tuntutan JPU terhadap Ahok hanya 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun, padahal maximum 5 tahun, maka hati saya pun berkata “ahhhh….. banyak yang kena diberakin (ditipu) dah….”.

Dengan tuntutan tersebut berarti secara tidak langsung JPU telah membebaskan Ahok.
Ahok tidak akan dipenjara terkecuali bila dalam masa 2 tahun percobaan Ahok melakukan dugaan penistaan agama kembali (itupun harus ada bukti kuat). Tuntutan JPU yang sangat amat ringan ini disebabkan karena tujuan utama mereka (Aktor Politikus di balik kasus) telah tercapai yaitu Ahok tumbang dari kursi Gubernur.

Sejak awal kasus Al Maidah 51 ini muncul, ada jutaan rakyat Indonesia sudah dapat melihat bahwa kasus ini hanyalah sebuah Rekayasa Politik untuk mengkriminalisasi dan menjatuhkan kredibilitas seorang Ahok agar beliau gagal menjadi Gubernur DKI.

Kini jelas nyata dan telah terbukti bahwa apa yang dikatakan oleh Ahok di Kepulauan Seribu adalah benar bahwa mereka (politikus kotor) menggunakan Surat Al Maidah 51 untuk membohongi rakyat. Jadi, Ahok bukanlah penghina Islam. Ahok bukanlah penista AlQuran.
Benar benar sebuah langkah Politik Kotor dan Jahat.

Bagaimanapun juga, kita harus menghadapi suatu kenyataan dimana pasangan Anies – Sandi lah yang akan memimpin dan mengelola APBD DKI Rp.72 Trilyun / tahun atau dengan angka total sekitar Rp. 360 Trilyun selama 5 tahun mendatang.
Pasangan Anies - Sandi ini baru akan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada bulan Oktober 2017, sedangkan persiapan kampanye pemilu akan dilakukan tahun 2018. Jadi, saya yakin dalam 1 tahun pertama, pasangan ini akan bekerja mati matian untuk merebut hati warga Jakarta. Keberhasilan Anies – Sandi mengatasi berbagai masalah Kota Jakarta yang rumit akan dijadikan sebagai modal utama oleh partai politik pendukungnya untuk menghadapi Pemilu 2019.

Ayo…. tetap semangat Pak Prabowo !!
Saya yakin bapak masih memiliki banyak ide dan banyak strategy entah itu kotor atau bersih, entah itu jahat atau baik.
Sayapun jujur mengatakan bahwa saya ingin sekali melihat bapak untuk kembali tampil sebagai Calon Presiden RI periode 2019 – 2024. Saya juga berdoa semoga Tuhan selalu melindungi dan memberikan kesehatan kepada Pak Prabowo dan Pak Jokowi yang juga sudah siap untuk bertarung.

Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw.

HIDUP DONGO MATIPUN DONGO

HIDUP DONGO MATIPUN DONGO

Beberapa bulan lalu saya pernah menulis status mengenai adanya sekelompok Tionghoa di Indonesia yang bekerja sama dengan penjajah Belanda dan Jepang melawan orang orang Tionghoa yang bergabung dengan para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Kemudian setelah zaman kemerdekaan ada banyak kelompok Tionghoa (terutama dari kalangan pengusaha) yang bersekutu dengan Orde Baru untuk melakukan korupsi....
Korbannya adalah semua lapisan rakyat kecil tanpa terkecuali kaum Tionghoa juga.

Lihat saja terutama di Kalimantan masih banyak banget warga keturunan Tionghoa yang sudah ratusan tahun secara turun temurun tinggal di Indonesia dan hidupnya di bawah garis kemiskinan. Tinggalnya di rumah bilik bambu, tidur di atas tikar, lantai rumahnya tanah, MCK di sungai, jangankan handphone bahkan TV saja tidak punya. Pokoknya mereka hidup miskin banget dah.

Dalam postingan saya tersebut, untuk kelompok Tionghoa yang bekerja sama dengan penjajah Belanda dan Jepang, juga yang bersama sama dengan pejabat negeri melakukan aksi korupsi, saya menyebut mereka dengan sebutan "Cina Sialan" dan "Cina Bangsat"
Ternyata tulisan saya waktu itu menuai banyak yang menentang dan ngamuk ngamuk di inbox gue kagak ladenin, bahkan ada yang melaporkan ke Oom FB karena merasa tersinggung. Padahal "sebutan" yang saya tulis itu adalah berdasarkan fakta yang saya tau di lapangan justru dari teman teman saya yang Tionghoa yang benci dengan aksi koruptor.

Saya yakin 100% bahwa dalam kenyataannya di lapangan banyak sekali orang keturunan Tionghoa yang tidak suka dengan para pengusaha Tionghoa yang bisnisnya bergantung pada para pejabat koruptor.

Kelompok Tionghoa koruptor tidak peduli dengan suku kalian yang Jawa, Sunda, Batak, Ambon, Manado atau suku apapun termasuk suku Tionghoa. Mereka juga kagak peduli dangan agama kalian.
Koruptor adalah tetap Koruptor. Yang penting kantong pribadi penuh, punya rumah mewah, vila mewah, mobil mewah, dll... dll... Ibarat kata, sekalipun orang miskin makan batu dan tai kucing juga mereka kagak peduli.
Yang pasti, Koruptor senang banget dengan orang orang Dongo yang mau dijadikan budak demo panas panasan atau hujan hujanan. Bayarannya murah pula cuma 50 rebu perak plus makan nasi kucing.

Sedangkan bossnya orang orang Dongo itu enak santai di hotel mewah dan makan mewah pula.
Waktu hidup elu jadi orang Dongo, bisa bisa waktu mati elu masih tetap Dongo.


Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw